https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jpaudi/issue/feed NIZAM : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 2026-01-10T15:51:36+07:00 Ade S. Anhar adesanhar5@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>NIZAM : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. </strong>Merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian mengenai <em>isu kurikulum anak usia dini, strategi pembelajaran anak usia dini, media pembelajaran anak usia dini, inovasi pendidikan anak usia dini, manajemen pendidikan anak usia dini, penilaian perkembangan anak usia dini, pemberdayaan lingkungan anak usia dini, berbagai Kecerdasan anak, pendidikan inklusif anak usia dini, pengembangan nilai moral dan agama anak usia dini, perkembangan fisik motorik anak usia dini, perkembangan sosial emosional anak usia dini.</em></p> https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jpaudi/article/view/184 HUBUNGAN STATUS STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK USIA DINI DI KECAMATAN TUMIJAJAR 2025-12-22T23:42:10+07:00 Nur Lisabella nurlisabela16@gmail.com Ulwan Syafrudin nurlisabela16@gmail.com <p><strong>Abstrak: </strong>Pendidikan anak usia dini merupakan tahap dasar yang menentukan arah pertumbuhan fisik, kesiapan psikologis, dan perkembangan belajar pada tahun-tahun awal kehidupan. Salah satu masalah kesehatan yang memengaruhi perkembangan pada tahap ini adalah stunting, yaitu kondisi akibat defisit gizi berkepanjangan yang menghambat pertumbuhan linier dan melemahkan pematangan neuromuskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara status stunting dan perkembangan motorik pada anak usia dini di Kecamatan Tumijajar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional tanpa perlakuan, dengan penilaian numerik untuk menentukan kekuatan hubungan antarkomponen. Status stunting diidentifikasi melalui pengukuran antropometri berbasis tinggi menurut umur, sedangkan perkembangan motorik dinilai melalui observasi terstruktur terhadap keterampilan motorik kasar dan halus. Hasil analisis statistik dengan korelasi Pearson menunjukkan hubungan kuat dan signifikan antara stunting dan kemampuan motorik, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan linier yang rendah berkaitan dengan rendahnya keterampilan gerak. Uji tambahan menunjukkan hubungan sedang pada satu indikator dan tidak signifikan pada dua indikator lainnya, yang mengisyaratkan bahwa status gizi berperan sentral tetapi bukan satu-satunya faktor penentu perkembangan motorik. Temuan ini menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi risiko perkembangan yang berdampak pada kesiapan belajar, kemampuan eksplorasi fisik, dan potensi akademik selanjutnya. Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan gizi sedini mungkin, keterlibatan orang tua, dan stimulasi motorik terstruktur dalam layanan PAUD untuk meminimalkan hambatan perkembangan jangka panjang.</p> 2026-01-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nur Lisabella, Ulwan Syafrudin https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jpaudi/article/view/185 DAMPAK POLA ASUH OTORITER ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK USIA 5-6 TAHUN 2025-12-23T15:59:59+07:00 Husyatun Nisa nisahusyatun@gmai.com Mukhtar Mukhtar nisahusyatun@gmai.com Bq. Desy Arfini nisahusyatun@gmai.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pola asuh otoriter orang tua terhadap perkembangan psikologis anak usi 5-6 tahun di TK Ma’arif Riyadul Falah Aik Prapa Tahun Ajaran 2025/2026. Pe</em><em>nelitian</em> <em>ini menggu</em><em>n</em><em>akan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif</em><em>. </em><em>Subjek penelitian terdiri dari 15 anak usia 5-6 tahun yang diasuh dengan pola asuh otoriter</em><em>, serta orang tua dan guru kelas sebagai informan pendukung. </em><em>Teknik</em> <em>pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi</em><em>. </em><em>Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data, penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sember dan teknik. </em><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter berdampak pada perkembangan psikologis anak, terutama dalam aspek emosional, sosial, dan kepercayaan diri. Anak-anak yang diasuh dengan pola asuh otoriter cenderung menunjukkan perilaku takut, mudah cemas, kurang percaya diri, sulit mengungkapkan pendapat, sulit bersosialisasi, dan ketergantungan yang tinggi terhadap orang dewasa. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pola asuh otoriter orang tua memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak usia 5-6 tahun.</em></p> 2026-01-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Husyatun Nisa, Mukhtar Mukhtar, Bq. Desy Arfini https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jpaudi/article/view/186 PENERAPAN MEDIA FINGER PAINTING UNTUK MENGENALKAN KONSEP DASAR WARNA PADA KELOMPOK A DI PAUD HARAPAN DITA DESA REMPUNG 2025-12-23T16:20:44+07:00 Baiti Jannati baitijannati636@gmail.com Bq. Desy Arfini baitijannati636@gmail.com Rianti Rianti baitijannati636@gmail.com <p>Skripsi ini berjudul ‘’Penerapan Media <em>Finger Painting</em> Untuk Mengenalkan Konsep Dasar Warna Pada Kelompok A di PAUD Harapan Dita Desa Rempung Kec. Pringgasela’’. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media <em>finger painting</em> dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep dasar warna pada anak usia dini, serta untuk mengetahui bagaimana penerapan media finger painting dalam kegiatan pembelajaran di kelompok A PAUD Harapan Dita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelompok A usia (4-5 tahun) di PAUD Harapan Dita yang berjumlah 18 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan media <em>finger painting </em>efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep dasar warna pada anak kelompok A. Anak-anak menunjukkan antusiasme dan peningkatan</p> 2026-01-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Baiti Jannati, Bq. Desy Arfini, Rianti Rianti https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jpaudi/article/view/194 PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS FISIK DAN SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN KEMBANGAN ANAK USIA DINI 2026-01-10T15:51:36+07:00 Fadlyn Nur fadlynnurhsb5@gmail.com Hilda Zahra Lubis fadlynnurhsb5@gmail.com <p><em>This study aims to describe the implementation of physical and social activity-based learning at An-Nida Kindergarten and analyze the problems that arise during the activities based on early childhood development theory. The method used is descriptive qualitative observation of learning activities for children aged 5–6 years which include morning exercise, learning about the school environment, group games, balance exercises, and eating together. The results of the observation indicate that learning activities at An-Nida Kindergarten have implemented the principle of learning through play and are able to stimulate children's motoric, social-emotional, and cognitive development. However, obstacles are still found in the form of differences in motoric abilities, social conflicts between children, and less than optimal emotional regulation abilities. The discussion is reviewed based on the theories of Erikson, Piaget, and Vygotsky. This study concludes that physical and social activity-based learning is effective in supporting early childhood development when accompanied by consistent teacher guidance and collaboration with parents.</em></p> 2026-01-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Fadlyn Nur, Hilda Zahra Lubis https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jpaudi/article/view/189 IMPLEMENTASI MEDIA YOUTUBE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD HARAPAN DITA, DESA REMPUNG, KECAMATAN PRINGGASELA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR 2025-12-25T15:47:37+07:00 Aulia Wulandari auliawulandary428@gmail.com Wawan Kurnia Utama auliawulandary428@gmail.com Haerudin Haerudin auliawulandary428@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi media youtube dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di PAUD Harapan Dita, dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat media youtube dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di PAUD Harapan Dita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian adalah seluruh peserta didik&nbsp; kelompok B usia (5-6 tahun) di PAUD Harapan Dita yang berjumlah 26 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan pada siklus 2 telah berhasil mencapai tujuan penelitian. Penggunaan media youtube terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun di PAUD Harapan Dita, terutama pada aspek kelancaran berbicara, penguasaan kosakata, kemampuan mengenal huruf, dan menggabungkan huruf menjadi suku kata.</p> 2026-01-21T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Aulia Wulandari, Wawan Kurnia Utama, Haerudin Haerudin https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jpaudi/article/view/152 MERANCANG PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DALAM DESAIN PERENCANAAN PEMBELAJARAN AUD 2025-06-15T10:52:04+07:00 Ade S Anhar suciliana27@gmail.com Runa Utaini runasbima77@gmail.com <p><em>Perencanaan pembelajaran memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Meski demikian, masih banyak guru yang menghadapi kendala dalam menyusun rancangan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan individual anak. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pemahaman terhadap prinsip-prinsip perkembangan anak serta kesulitan dalam merancang kegiatan yang bermakna dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ciri-ciri perencanaan pembelajaran yang efektif di PAUD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat implementasinya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi terhadap guru PAUD. Temuan menunjukkan bahwa perencanaan yang efektif mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada anak, terpadu, adaptif, serta berbasis hasil asesmen autentik. Faktor-faktor pendukung antara lain pemahaman mendalam terhadap kurikulum, kerja sama antar pendidik, dan pelatihan profesional yang berkesinambungan. Adapun hambatan utama meliputi keterbatasan waktu dan kurangnya fasilitas pendukung. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perencanaan yang sesuai perkembangan anak serta dukungan institusional yang konsisten sangat diperlukan</em></p> 2026-01-22T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Ade S Anhar, Runa Utaini