https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/issue/feedJurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah 2026-06-27T19:49:41+07:00Syarifuddinsyarifpps@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN) </strong>adalah jurnal nasional yang memiliki cakupan yang membahas tentang <strong><em>kajian Inovasi Kurikulum, Model Pembelajaran, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, Manajemen Sekolah, permasalahan siswa, permasalahan guru dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Pendidikan di sekolah dasar/madrasah ibtitaiyah dan Pendidikan menengah/ tsanawiyah, dan Aliyah</em>,</strong> Artikel yang dapat dikirim ke jurnal Inovasi pendidikan dasar dan menengah dapat berupa hasil penelitian, pemikiran dan artikel gagasan ilmiah, dengan menggunakan berbagai jenis penelitian seperti kualitatif, kuantitatif dan micmethod. </p> <p><strong>JIPDASMEN</strong> diterbitkan 3 kali dalam setahun pada bulan <em><span style="vertical-align: inherit;"><strong>Januari</strong></span><strong><span style="vertical-align: inherit;">, Mei dan September</span></strong></em><em><strong>.</strong></em></p>https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/223Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Digital Pada Mata Pelajaran PAI di SD Negeri 1 Kober Purwokerto2026-05-08T16:45:43+07:00Dias Maulanamaulanadias967@gmail.com<p>Integrasi teknologi dalam pendidikan berperan penting dalam memfasilitasi gaya belajar siswa dan membantu guru menyajikan materi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Blogger, menguji kelayakannya, dan mengukur dampaknya terhadap motivasi belajar peserta didik kelas IV di SDN 1 Kober Purwokerto pada mata pelajaran PAI materi Rukun Islam. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, data dikumpulkan melalui kuesioner dari validator ahli dan peserta didik, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Evaluasi produk menunjukkan kriteria kelayakan yang tinggi, di mana ahli media memberikan skor 92% dan ahli materi 85% (kategori sangat valid). Saat diimplementasikan dalam uji coba lapangan, respons peserta didik mencapai persentase 94,25% (kategori sangat baik). Temuan ini menegaskan bahwa media Blogger yang dikembangkan tidak hanya valid dan layak secara teoretis, tetapi juga praktis dan efektif dalam mendongkrak motivasi serta keterlibatan aktif siswa saat pembelajaran berlangsung.</p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dias Maulanahttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/254Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perkalian melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di Kelas III SDN Plakpak 1 2026-06-27T07:41:31+07:00Agus Rizal Pratamarizalputrakades102@gmail.comDewi Sartikatikamamaurwa@gmail.com<p>Rendahnya hasil belajar siswa kelas III SD pada materi perkalian menjadi latar belakang penelitian ini. Siswa cenderung pasif dan proses pembelajaran masih terlalu bergantung pada guru. Melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD), penelitian ini berupaya mendorong keterlibatan siswa secara langsung dalam proses belajar guna meningkatkan pemahamannya terhadap materi perkalian. Penelitian dilaksanakan menggunakn metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup tahap perencanan, pelaksanaan, observasi serta refleksi dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas III SDN Plakpak 1 dengan data dikumpulkan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, model STAD terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Rata-rata nilai siswa naik dari 65 di siklus I menjadi 86 di siklus II dan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 58% hingga mencapai 91%. Proses belajar yang tercipta pun lebih aktif dan menyenangkan sehingga pemahaman siswa terhadap materi perkalian ikut meningkat.</p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Agus Rizal Pratama, Dewi Sartikahttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/229Analisis Kesiapan Guru PAUD dalam Implementasi Pendidikan Inklusi di Indonesia: Studi Literatur2026-05-23T16:37:15+07:00Yuliasih Dwi Nur'ainiyuliasihdwinuraini@gmail.comEllen Primayuliasihdwinuraini@gmail.com<p>Pendidikan inklusi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia <br>menjadi upaya penting dalam memberikan layanan pendidikan yang setara bagi <br>seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Namun, implementasi pendidikan <br>inklusi di PAUD masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kesiapan guru <br>dalam melaksanakan pembelajaran inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk <br>menganalisis kesiapan guru PAUD dalam implementasi pendidikan inklusi di Indonesia <br>melalui studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan <br>mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber relevan yang berkaitan dengan <br>pendidikan inklusi pada PAUD di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan <br>guru dipengaruhi oleh pemahaman mengenai pendidikan inklusi, kompetensi <br>pedagogik, pengalaman mengajar, kemampuan mengelola pembelajaran adaptif, serta <br>dukungan pelatihan dan sarana prasarana. Selain itu, masih ditemukan berbagai <br>kendala seperti kurangnya pelatihan khusus dan keterbatasan fasilitas pendukung. Oleh <br>karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan <br>agar implementasi pendidikan inklusi di PAUD dapat berjalan secara optimal dan <br>efektif. </p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yuliasih Dwi Nur'aini, Ellen Primahttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/249Analisis Survey Minat Belajar Siswa Terhadap Pembelajaran Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Lingkungan SDN 44 Sukasari2026-06-24T14:49:48+07:00Desi Ameliadesiameli2599@gmail.com<p>Keberhasilan dalam mempelajari kebersihan tidak hanya bergantung pada materi yang diberikan melainkan juga ditentukan oleh antusiasme belajar dan bagaimana siswa mengimplementasikan dan mengembangkan tentang prinsip-prinsip kebersihan dalam rutinitas harian mereka. Penelitian ini dilakukan guna mengamati ketertarikan peserta didik dalam mempelajari PHBS yang berlokasi di SDN 44 Sukasari dan untuk menggali pandangan para peserta didik tentang pelaksanaan kebersihan di lingkungan sekolah serta untuk menelaah transformasi sikap yang muncul setelah PHBS dilaksanakan secara konsisten. Pendekatan kuantitatif melalui metode survei digunakan dalam studi ini. Data diperoleh melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator minat belajar seperti perasaan senang serta perhatian kemudian ketertarikan dan juga keterlibatan siswa sedangkan indikator sikap terhadap kebersihan mencakup kesadaran lalu tanggung jawab hingga siswa konsistensi dalam berperilaku. Data yang didapat kemudian dianalisis secara deskriptif agar bisa dijelaskan bagaimana tingkat minat belajar dan sikap siswa terhadap penerapan PHBS. Keaktifan mereka saat mengikuti proses belajar dan partisipasi dalam menjaga kebersihan kelas menunjukkan hal tersebut serta keinginan untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat juga menjadi bukti nyata dari ketertarikan yang dimiliki. Sikap siswa mengenai kebersihan lingkungan sekolah tergolong positif yang tampak dari kesadaran mereka yang meningkat dalam membuang sampah pada tempat yang disediakan dan mencuci tangan sebelum serta setelah makan lalu menjaga fasilitas sekolah tetap bersih dan menjaga lingkungan sekolah agar tetap nyaman dalam menuntut ilmu. Menurut penelitian yang dilakukan perilaku siswa mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih baik setelah metode pembelajaran PHBS diterapkan secara rutin di sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan positif tersebut terus berkembang seiring dengan konsistensi penerapan program tersebut.</p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Desi Ameliahttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/236Strategi Guru dalam Menciptakan Pembelajaran Inklusi melalui Sarana dan Prasarana di KB2026-06-04T06:59:57+07:00Ulli Nikmah Salsabila234110406043@mhs.uinsaizu.ac.id<p>Pembelajaran inklusi pada pendidikan anak usia dini merupakan proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk belajar bersama dalam lingkungan yang sama tanpa adanya diskriminasi. Keberhasilan pembelajaran inklusi dipengaruhi oleh strategi guru dalam memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menciptakan pembelajaran inklusi melalui pemanfaatan sarana dan prasarana di KB Qita Purwokerto. Artikel ini membahas mengenai bentuk strategi pembelajaran inklusi yang diterapkan guru, pemanfaatan media dan fasilitas sekolah, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran inklusi di lingkungan PAUD.</p> <p> Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan alat permainan edukatif, media visual, pengaturan ruang kelas, serta fasilitas sekolah sebagai pendukung pembelajaran yang ramah bagi seluruh anak. Guru juga menerapkan pendampingan individual, pembelajaran yang fleksibel, dan kegiatan kolaboratif untuk meningkatkan interaksi sosial anak. Selain itu, sarana dan prasarana yang memadai membantu anak lebih aktif, nyaman, dan mudah mengikuti kegiatan belajar. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan alat bantu khusus dan kurangnya pelatihan mengenai pendidikan inklusi bagi guru.</p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ulli Nikmah Salsabilahttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/256Efektifitas Penerapan Discovery Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains pada Mata Pelajaran IPAS di SDN 2 Sukaratu2026-06-27T19:49:41+07:00Neng Intan Anugrah JNengintan020722@gmail.com<p>Kajian ini dilatarbelakangi oleh minimnya penguasaan Keterampilan Proses Sains (KPS) di kalangan peserta didik kelas IV, yang meliputi kemampuan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penggunaan instrumen, komunikasi, hingga penarikan kesimpulan. Riset ini dilaksanakan guna mengevaluasi dampak penggunaan model Discovery Learning terhadap KPS peserta didik daglam pembelajaran IPAS berbasis Kurikulum Merdeka. Pendekatan kuantitatif dengan jenis kuasi-eksperimen (Nonequivalent Control Group Design) diaplikasikan dalam studi ini. Sebanyak 30 partisipan dilibatkan, yang didistribusikan ke dalam kelompok eksperimen (Discovery Learning) dan kelompok kontrol (pembelajaran konvensional) di SDN 2 Sukaratu. Instrumen yang dimanfaatkan meliputi tes tulis (prates dan pascates), lembar observasi, serta rekam dokumentasi. Analisis akhir memperlihatkan bahwa nilai t-hitung untuk pascates (6,100) dan observasi pasca-perlakuan (4,529) melampaui t-tabel (2,021). Kondisi ini mengindikasikan diterimanya hipotesis alternatif (Ha). Kesimpulannya, model Discovery Learning secara nyata dan positif mampu mendongkrak keterampilan proses sains anak didik pada topik wujud zat dan perubahannya</p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Neng Intan Anugrah Jhttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/243Pembelajaran Al-Qur’an Anak Usia Dini Menggunakan Metode Salamy di TPQ Al-Birru Teluk Purwokerto2026-06-10T07:42:01+07:00Aisyah Putri Utamienhabibah07@gmail.comNur Habibahenhabibah07@gmail.comSania Salma Naila Najwaenhabibah07@gmail.comYuliasih Dwi Nur’ainienhabibah07@gmail.comSutrimo Purnomoenhabibah07@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan metode Salamy dalam pembelajaran Al-Qur’an pada anak usia dini di TPQ Al Birru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Salamy mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui lagu, gerakan, dan pengulangan bacaan, sehingga memudahkan anak mengenal huruf hijaiyah. Respons peserta didik terhadap metode ini positif, terlihat dari keaktifan dan antusiasme anak saat belajar. Adapun kendala yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan belajar anak serta perlunya peningkatan pemahaman guru agar penerapan metode Salamy dapat berlangsung lebih optimal dan efektif. Pembelajaran Al-Qur'an sejak usia dini sangat penting, sehingga diperlukan metode yang tepat untuk mengajarkannya</p>2026-07-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aisyah Putri Utami, Nur Habibah, Sania Salma Naila Najwa, Yuliasih Dwi Nur’aini, Sutrimo Purnomohttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/250Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Pada Materi Kegiatan Ekonomi di Kelas IV SD2026-06-24T14:20:38+07:00Nurcahaya A. Pane859877404@ecampus.ut.ac.idSyarifuddin Syarifuddinsyarifpps@gmail.com<p>Proses pembelajaran dilakukan agar siswa menyesuaikan dengan lingkungan belajarnya sehingga dapat berfikir logis, sistimatis analitis, kreatif. Penelitian ini dilatar belakangi ketidak mampuan peserta didik mengidentifikasi kegiatan ekonomi serta hubungan ekonomi dalam peningkatan kebutuhan hidup sehari-hari sehingga hasil belajar rendah nilai rata-rata formatif hanya 58,83 dan tidak mencapai KKM 73. Siswa yang tuntas hanya 4 orang (33%). Berangkat dari permasalahan tersebut peneliti bermaksud melakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada materi Kegiatan metode bermain peran (Role Playing) yang diyakini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang kegiatan ekonomi. Penelitian ini dilakukan di kelas IV sebanyak 12 orang yang terdiri dari 7 laki-laki 5 perempuan berlokasi SDN.173530 Tanggabatu.. Hasil penelitian dengan penerapan metode bermain peran pada pembelajaran IPS materi Kegiatan meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut diketahui dari persentase ketuntasan belajar yang pada setiap tahapan siklus perbaikan. Pada siklus I hasil belajar belum mencapai KKM namun setelah dilanjutkan pada tindakan perbaikan siklus II hasil belajar meningkat secara signifikan bahkan melampau KKM yang telah ditetapkan sekolah. Kesimpulan yang diperoleh setelah menerapkan metode bermain peran aktivitas siswa dalam proses pembelajaran lebih aktif dan sangat antusias, kemudian siswa memperoleh pengalaman belajar uang menggembirakan yang berdampak pada peningkatan hasil belajar IPS materi Kegiatan Ekonomi</p>2026-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurcahaya A. Pane, Syarifuddin Syarifuddin