https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/issue/feedJurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah 2026-01-26T05:05:04+07:00Syarifuddinsyarifpps@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN) </strong>adalah jurnal nasional yang memiliki cakupan yang membahas tentang <strong><em>kajian Inovasi Kurikulum, Model Pembelajaran, Media Pembelajaran, Bahan Ajar, Manajemen Sekolah, permasalahan siswa, permasalahan guru dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Pendidikan di sekolah dasar/madrasah ibtitaiyah dan Pendidikan menengah/ tsanawiyah, dan Aliyah</em>,</strong> Artikel yang dapat dikirim ke jurnal Inovasi pendidikan dasar dan menengah dapat berupa hasil penelitian, pemikiran dan artikel gagasan ilmiah, dengan menggunakan berbagai jenis penelitian seperti kualitatif, kuantitatif dan micmethod. </p> <p><strong>JIPDASMEN</strong> diterbitkan 3 kali dalam setahun pada bulan <em><span style="vertical-align: inherit;"><strong>Januari</strong></span><strong><span style="vertical-align: inherit;">, Mei dan September</span></strong></em><em><strong>.</strong></em></p>https://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/198Konstruksi Epistemologi Bayt Al-Hikmah dalam Kurikulum SMA: Studi Analisis Terhadap Model Pembelajaran Transdisipliner dan Integrasi Sains- Humaniora2026-01-15T22:37:49+07:00Anugrah Giffarianugrahgiffari25@webmail.umm.ac.idFaridi Faridifaridi_umm@umm.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis konstruksi epistemologi Bayt al-Hikmah (House of Wisdom) pada era Dinasti Abbasiyah dan relevansinya terhadap pengembangan kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) kontemporer, khususnya dalam konteks model pembelajaran transdisipliner dan integrasi sains-humaniora. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis historis-komparatif dan studi kepustakaan sistematis, penelitian ini mengeksplorasi transformasi kurikulum pendidikan Islam dari Dinasti Umayyah hingga Dinasti Abbasiyah, serta mengidentifikasi prinsip-prinsip epistemologis yang dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bayt al-Hikmah mengembangkan model epistemologi integratif yang menyatukan berbagai disiplin ilmu termasuk matematika, astronomi, filsafat, kedokteran, dan ilmu-ilmu keislaman dalam kerangka metodologis yang koheren. Prinsip-prinsip ini mencakup: (1) inklusivitas epistemologis yang mengakomodasi berbagai sumber pengetahuan; (2) pendekatan transdisipliner yang melampaui batas-batas disiplin ilmu konvensional; (3) integrasi antara pengetahuan teoritis dan praktis; serta (4) penekanan pada dialog intelektual dan kolaborasi lintas budaya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi epistemologi Bayt al-Hikmah dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kurikulum SMA yang mengintegrasikan sains dan humaniora melalui pendekatan transdisipliner, sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.</p>2026-01-22T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Anugrah Giffari, Faridi Faridihttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/201Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Lingkaran di Kelas IX SMPN 6 Kota Bima2026-01-15T22:35:41+07:00Purwati Purwatipur28251@gmail.comNurwasila Nurwasilapur28251@gmail.comDewi Sartikadewi.sartika@student.undiksha.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas IX pada materi lingkaran. Materi lingkaran merupakan salah satu topik dalam pembelajaran matematika yang sering menimbulkan kesulitan bagi siswa karena melibatkan pemahaman konsep, rumus, serta penerapannya dalam penyelesaian soal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara sebagai teknik pengumpulan data utama. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX yang mengalami kesulitan dalam memahami materi lingkaran. Data yang diperoleh dari hasil wawancara dianalisis untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesulitan belajar yang dialami siswa, meliputi kesulitan dalam memahami konsep dasar lingkaran, penggunaan rumus, serta penyelesaian soal kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep awal, rendahnya kemampuan dalam menghubungkan konsep dengan rumus, serta minimnya latihan soal yang bervariasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif guna mengatasi kesulitan belajar siswa pada materi lingkaran. </p> <p> </p>2026-01-22T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Purwati Purwati, Nurwasila Nurwasila, Dewi Sartikahttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/202Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Statistika di Kelas XI SMAN 3 Donggo2026-01-16T08:16:52+07:00Nurfadilah Nurfadilahnurfadilahyusuf9@gmail.comJihan Fahiranurfadilahyusuf9@gmail.comFitriyani Fitriyaninurfadilahyusuf9@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan jenis kesulitan belajar yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal statistika dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Donggo dengan subjek penelitian sebanyak 25 siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui pedoman wawancara mendalam untuk menganalisis letak kesulitan siswa dalam menyelesaikan persoalan matematis sekaligus menggali faktor-faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan hambatan belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan dominan yang dialami siswa terbagi menjadi tiga aspek utama: kesulitan konsep, kesulitan prinsip, dan kesulitan operasi hitung. Berdasarkan analisis data, kesulitan konsep dialami oleh 30% siswa, di mana siswa belum matang dalam memahami definisi dan perbedaan instrumen statistik seperti mean, median, dan modus. Kesulitan prinsip dialami oleh 25% siswa, yang terlihat saat siswa tidak mampu menerapkan rumus yang relevan atau salah dalam menentukan langkah-langkah penyelesaian pada data kelompok. Sementara itu, kesulitan operasi hitung menjadi hambatan paling signifikan yang dialami oleh 45% siswa, terutama pada ketidaktelitian perhitungan numerik, pengolahan data dalam jumlah besar, serta penyederhanaan hasil akhir. Faktor penyebab kesulitan ini meliputi kurangnya penguasaan materi prasyarat, rendahnya ketelitian dalam perhitungan, serta kurangnya latihan soal yang bervariasi.</p> <p> </p>2026-01-22T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurfadilah Nurfadilah, Jihan Fahira, Fitriyani Fitriyanihttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/213Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan dalam Pembelajaran PAI :Antara Teori dan Praktik2026-01-25T18:45:10+07:00Sri Jamilahnurfdl04@gmail.comNuraisah Fadilahnurfdl04@gmail.comFaturahman Faturahmansrijamilah76@gmail.comMaisara Dinisrijamilah76@gmail.comUswatun Hasanahsrijamilah76@gmail.comMuammar Maulanasrijamilah76@gmail.com<p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan karakter peserta didik secara menyeluruh. Agar efektif, pembelajaran PAI perlu dirancang secara aktif dan menyenangkan, sehingga peserta didik terlibat secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan melalui penelitian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, termasuk buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara teoritis pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan menekankan pendekatan berpusat pada peserta didik, interaktif, kontekstual, serta mendorong internalisasi nilai-nilai Islam melalui pengalaman belajar yang bermakna. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi hambatan, antara lain keterbatasan kompetensi pedagogik guru, dominasi metode ceramah, beban kurikulum yang padat, keterbatasan media pembelajaran, serta keragaman karakter peserta didik. Untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, diperlukan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan aplikatif, perancangan pembelajaran kreatif, pemanfaatan media dan teknologi yang inovatif, serta penerapan strategi pembelajaran inklusif dan diferensiatif. Dukungan sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Dengan sinergi tersebut, pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan dapat terlaksana secara efektif, relevan, dan bermakna bagi peserta didik</p>2026-01-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sri Jamilah, Nuraisah Fadilah, Faturahman Faturahman, Maisara Dini, Uswatun Hasanah, Muammar Maulanahttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/214Implementasi LKPD IPA Terintegrasi Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa2026-01-26T05:05:04+07:00Ferawati Ferawatiferawati0505@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPA terintegrasi pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa SMP 15 Kota Bima yang dibagi menjadi kelas eksperimen (30 siswa) dan kelas kontrol (30 siswa). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor berpikir kritis siswa kelas eksperimen meningkat dari 56,40 pada pretest menjadi 82,30 pada posttest, dengan nilai N-Gain sebesar 0,59 (kategori sedang–tinggi). Sementara itu, kelas kontrol mengalami peningkatan dari 55,90 menjadi 68,10 dengan N-Gain sebesar 0,28 (kategori rendah). Uji independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (p < 0,05). Keterlaksanaan pembelajaran mencapai persentase 92% (sangat baik), dan respon siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis proyek sebesar 89% (sangat positif). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi LKPD IPA terintegrasi Pembelajaran Berbasis Proyek efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.</em></p>2026-01-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ferawati Ferawatihttps://rumahjournal.yayasanassyifa.com/index.php/jipdasmen/article/view/205Eksplorasi Etnomatematika Pada Kerajinan Tangan: Systematic Literature Review 2026-01-16T12:04:40+07:00Dewi Sartikatikamamaurwa@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Systematic Literature Review (SLR) guna mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan mensintesis eksplorasi etnomatematika yang terkandung dalam berbagai jenis kerajinan tangan tradisional di Indonesia. Sumber data utama dalam tinjauan sistematis ini adalah dua belas (12) artikel ilmiah yang fokus pada hubungan antara kerajinan tangan (anyaman,batik, tenun) dan konsep matematika. Hasil SLR menunjukkan bahwa kerajinan tangan merupakan repositori konsep matematika yang kaya, yang terbagi menjadi tiga kategori utama dengan fokus matematis yang berbeda: 1) Anyaman dan Kerajinan Bambu: Enam (6) studi didominasi oleh konsep Geometri Bidang dan Ruang serta Simetri (lipat dan putar). Praktik matematis yang dilakukan pengrajin terkait erat dengan aktivitas fundamental seperti mengukur, membandingkan, dan tessellasi. 2) Batik dan Motif Transformasi: Tiga (3) penelitian menyoroti manifestasi konsep Transformasi Geometri (Translasi, Refleksi, Rotasi) sebagai prinsip di balik penciptaan pola berulang dan simetris. 3) Tenun dan Pola Aritmatika: Tiga (3) artikel fokus pada konsep Aritmatika dan Aljabar (Perbandingan, Barisan, Deret) yang digunakan secara implisit dalam perhitungan jumlah benang lusi-pakan dan pengulangan pola motif. Secara keseluruhan, konsep Geometri adalah yang paling sering dieksplorasi. Temuan ini menegaskan bahwa etnomatematika pada kerajinan tangan memiliki signifikansi edukatif yang tinggi.</p>2026-02-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dewi Sartika